Total Tayangan Laman

Selasa, 23 Oktober 2012

UMAR BIN KHATTAB


Nasabnya
Beliau adalah Umar bin al-Khaththab bin Nufail bin Adi bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Lu’ai, Abu Hafs al-’Adawi. Julukan beliau adalah al-Faruq. Ada yang menyebutkan bahwa gelar itu berasal dari Ahli Kitab.1
Adapun ibunya bernama Hantamah binti Hisyam bin al-Mughirah, kakak dari Abu Jahal bin Hisyam.2
Ciri-Ciri & Sifatnya
Beliau adalah seorang lelaki yang tinggi, kepala bagian depannya botak, selalu bekerja dengan dua tangannya, kedua matanya hitam, berkulit kuning3, ada yang mengatakan berkulit putih hingga menjadi kemerah-merahan. Giginya putih bersih mengkilat, selalu mewarnai janggutnya dan merapikan rambutnya dengan menggunakan inai (daun pacar).4
Beliau adalah orang yang sangat tawadhu’ kepada Allah. Kehidupan dan makanannya sangat sederhana. Beliau terkenal sangat tegas dalam urusan agama Allah, selalu menambal bajunya dengan kulit, membawa ember di atas kedua pundaknya, dengan wibawanya yang sangat besar, selalu mengendarai keledai tanpa pelana, jarang tertawa dan tidak pernah bergurau dengan siapapun. Cincinnya bertuliskan sebuah kata-kata “Cukuplah kematian menjadi peringatan bagimu hai Umar.”
Istri & Anak-Anak Beliau
Al-Waqidi, al-Kalbi dan lainnya pernah berkata, “Pada masa jahiliyyah Umar pernah menikahi Zainab binti Mazh’un saudara wanita dari Utsman bin Mazh’un, dari perkawinan tersebut lahirlah Abdullah, Abdurrahman yang sulung, serta Hafshah.
Beliau juga pernah menikahi Mulaikah binti Jarwal, dari hasil perkawinan tersebut lahirlah Ubaidullah. Setelah itu beliau menceraikannya ketika terjadi hudnah (perdamaian). Setelah dicerai wanita tersebut dinikahi oleh Abu Jahm bin Hudzaifah, sebagaimana yang dikatakan oleh al-Madaini.
Al-Waqidi berkata, “Wanita ini bernama Ummu Kaltsum binti Jarwal, dari hasil pernikahan ini lahirlah Ubaidullah dan Zaid yang bungsu.”5
Al-Madaini berkata, “Umar pernah menikahi Quraibah binti Abi Umayyah al-Makhzumi, sewaktu terjadi hudnah (perdamaian) Umar menceraikannya, setelah itu wanita ini dinikahi oleh Abdurrahman bin Abu Bakar.
Mereka berkata, “Umar juga menikahi Ummu Hakim binti al-Harits bin Hisyam setelah suaminya -yakni Ikrimah bin Abu Jahal- terbunuh dalam peperangan di negeri Syam.6 Dari hasil pernikahan ini lahirlah Fathimah. Kemudian Umar menceraikannya.” Al-Madaini berkata, “Umar tidak menceraikannya.
Mereka berkata, “Umar pernah pula menikahi Jamilah binti7 Ashim bin Tsabit bin Abi al-Aqlah dari suku Aus.”
Umar juga menikahi Atikah binti Zaid bin Amr bin Nufail, yang sebelumnya adalah istri Abdullah bin Abu Bakar.8 Setelah Umar terbunuh, wanita ini dinikahi oleh az-Zubair bin al-Awwam ??? ???? ???. Disebutkan bahwa wanita ini adalah ibu dari anaknya yang bernama Iyadh, wallahu a ‘lam.
Al-Madaini berkata, “Umar pernah meminang Ummu Kaltsum, puteri Abu Bakar as-Shiddiq -ketika itu masih gadis kecil- dalam hal ini Umar mengirim surat kepada ‘Aisyah, namun Ummu Kaltsum berkata, “Aku tidak mau menikah dengannya!” ‘Aisyah berkata padanya, “Apakah engkau menolak Amirul Mukminin?” Ummu Kaltsum menjawab, “Ya, sebab hidupnya miskin.” Akhirnya ‘Aisyah mengirim surat kepada Amru bin al-Ash, dan Amru berusaha memalingkan keinginan Umar untuk menikahi puteri Abu Bakar dan menyarankan kepadanya agar menikahi Ummu Kaltsum puteri Ali bin Abi Thalib ??? ???? ??? dari hasil pernikahannya dengan Fathimah ??? ???? ????. Amru berkata padanya, “Nikahilah puteri Ali dan hubungkan kekerabatanmu dengan kerabat Rasulullah ??? ???? ???? ????.” Akhirnya Umar meminang Ummu Kaltsum kepada Ali dan memberikannya mahar sebanyak empat puluh ribu. Dan dari hasil pernikahan ini lahirlah Zaid dan Ruqayyah.
Mereka berkata, “Umar juga menikahi Luhyah -seorang wanita Yaman- dari hasil pernikahan itu lahirlah Abdurrahman yang bungsu, ada yang menyebutkan Abdurrahman yang tengah. Al-Waqidi berkata, “Wanita ini adalah Ummu al-Walad (budak wanita) dan bukan sebagai istri.9 Ada yang menyebutkan bahwa Umar juga memiliki Fukaihah sebagai Ummu Walad yang melahirkan anaknya bernama Zainab. Al-Waqidi berkata, “Zainab adalah anak Umar yang paling kecil.”
Ibnu Katsir berkata, “Jumlah seluruh anak Umar adalah tiga belas orang, yaitu, Zaid yang sulung, Zaid yang bungsu, Ashim, Abdullah, Abdurrahman yang sulung, Abdurrahman yang pertengahan, az-zubair bin Bakkar -yaitu Abu Syahmah10, Abdurraman yang bungsu, Ubaidullah, Iyadh, Hafsah, Ruqayyah, Zainab, Fathimah ??? ???? ????. Jumlah seluruh istri Umar yang pernah dinikahi pada masa jahiliyyah dan Islam baik yang diceraikan ataupun yang ditinggal wafat sebanyak tujuh orang.
Keislamannya
Umar masuk Islam ketika berusia dua puluh tujuh tahun, beliau mengikuti perang Badar dan seluruh peperangan yang terjadi setelahnya bersama Rasulullah ??? ???? ???? ????. Beliau juga pernah diutus untuk berangkat bersama sebahagian tentara untuk memata-matai dan mencari informasi tentang musuh, terkadang menjadi pemimpin dalam tugas ini.11
Beliaulah yang pertama kali digelari Amirul Mukminin. Beliaulah yang pertama kali membuat penanggalan hijriyah, mengumpulkan manusia untuk Shalat Tarawih berjama’ah, orang yang pertama kali berkeliling di malam hari mengontrol rakyatnya di Madinah, yang pertama kali membawa tongkat pemukul untuk memberi pelajaran dan menghukum yang salah, yang pertama kali mendera peminum khamr 80 kali cambukan, khalifah yang melakukan banyak penaklukan,12yang pertama kali membuat kota-kota, membentuk tentara resmi, membuat undang-undang perpajakan, membuat sekretariat, menentukan gaji tetap, menempatkan para qadhi, membagi-bagi wilayah yang ditaklukkan seperti as-Sawad, Ahwaaz, wilayah pegunungan, wilayah Persia dan lain sebagainya.
Beliau berhasil menaklukan banyak wilayah di negeri Syam, diantaranya, Damaskus, Yordania, Baisan, Thabariyah, al-Jabiyah, Ramalah, Asgalan, Gazza, daerah sawahil (pesisir), al-Quds, Ba’labak, Homs, Qinsir, Halab, dan Anthakiyah.
Dia juga menaklukkan Mesir, Iskandariyah (Alexandria), Tripoli Barat, dan Burqah.
Adapun daerah Jazirah Eufrat yang ditaklukkannya adalah, Harran, ar-Rahaa dan ar-Raqqah, Nasibain, Ra’sul ‘Ain, Syimsyath, ‘Ain Wardah, Perkampungan Bakr, Rabi’ah, negeri Mosul dan wilayah-wilayah sekitarnya
Wilayah Irak dan wilayah timur yang ditaklukkannya, Qadisiyyah, Sungai Sair, Sabath, Madain, Nahawand, Hamazan, Ar-Rai, Qumis, Khurasan, Istakhar, Ashbahan, as-Sus, Marwa, Naisaburi, Jurjaan, Adzarbaijan dan lain-lain. Para tentaranya telah pula menyeberangi sungai Jaihun berulang kali.

Fote Note:
1 Hal ini telah  disebutkan oleh ath-Thabari, 4/195 dari jalan Ibnu Sa’ad dengan sanad yang shahih bersumber dari az-Zuhri, dengan lafazh  ‘Telah sampai kabar kepadaku…’, lihat pula ath-Thabaqat al-Kubra 3/270 di sini dia sebutkan dengan sanad dari jalan al-Waqidi dari ‘Aisyah ??? ???? ???? bahwa Nabi ??? ???? ???? ???? yang telah memberi gelar al-Faruq kepada Umar, dan al-Waqidi sendiri dinilai matruk (ditinggalkan beritanya, pent,) oleh kalangan al-Muhadditsin. Ibnu Sa’ad mengeluarkan dengan jalan yang mursal bahwa Rasulullah ??? ???? ???? ???? bersabda, “Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran di atas lidah Umar dan di atas hatinya, dialah al-Faruq.” Ath-Thabaqat al-Kubra 3/ 270, lihat juga Fathul Bari7/44.
2 Inilah yang disebutkan oleh beliau -semoga Allah merahmatinya- adapun yang disebutkan oleh para ulama nasab dan para penulis tarajum (biografi) ibu  Umar adalah Hantamah binti Hasyim bin al-Mughirah, saudara dari Hisyam bin al-Mughirah, dengan itu Abu Jahal adalah anak pamannya, lihat Nasab Quraisy karya az-Zubairi 103, 347, dan Thabaqat Ibnu Sa’ad 3/265, dan jamharatu Ansab al-Arab karya Ibnu  Hazm hlm. 44,  al-Isti’ab karya Ibnu Abdil Bar hlm. 1144, dia memperingatkan kekeliruan yang tersebar bahwa Ibu Umar adalah binti Hisyam.
3 Ibnu Sa’ad   dalam kitab ath-Thabaqatnya menukil dari al-Waqidi 3/324 bahwa dia pernah berkata, tidak pernah kami ketahui bahwa Umar berkulit kuning -kecuali jika orang yang memberikan kriteria Umar- melihatnya pada masa peceklik, pada masa itu  warna Umar berubah disebabkan hanya memakan minyak selalu. Ibnu Abdil Bar telah membantah perkataan al-Waqidi , dia berkata, “Ini adalah perkataan yang harus di ingkari.” (al-Isti’ab 1146).
4 Lihat Thabaqat Sa’ad 3/324, dan   Tarikh ath-Thabari 4/196. Kata A’sara Yusran yaitu orang yang bekerja dengan dua tangannya sebagaimana terdapat dalam Lisan al-Arab 4/196, dan kata Asynabul Asnan artinya yaitu giginya sangat putih mengkilat, ibid, 1/507.
5 Lihat Nasab Quraísy hlm. 349
6 Lihat Ibn Hajar, al-Ishabah 8/193.
7 Dalam Tarikh ath-Thabari 4/199, Kakak Ashim dan itulah yang benar, lihat pula Nasab Quraísy karya az-Zubairi hlm. 349. dia berkata, “Dari hasil pernikahan dengannya Umar mendapatkan anak bernama Ashim.” Lihat Thabaqat Ibn Sa’ad 3/265.
8 Dalam teks aslinya tertulis Ibn Abi Mulaikah, dan perbaikan ini dari Tarikh ath-Thabari 4/199, dan lihat mengenai pernikahan Umar pada Kejadian tahun 12 H di dalam al-Bidayah wan-Nihayah, 6/352.
9 Sebagaimana yang dikatakan oleh az-Zubairi dalam Nasab Quraisy hlm. 349.
10 Lihat Nasab Quraäy hi m. 349.
11 Pernah menjadi pemimpin atas pasukan Turbah yang diutus ke Ajz Hawazin, (Sirah ibn Hisyam 4/341).
12 Pada masanya banyak sekali terjadi penaklukan-penaklukan.
================================
Sumber: Disalin dari (via Maktabah Abi Humaid):
Judul Asli: Tartib wa Tahdzib Kitab al-Bidayah wan Nihayah
Penulis: al-Imam al-Hafizh Ibnu Katsir
Pennyusun: Dr.Muhammad bin Shamil as-Sulami
Penerbit: Dar al-Wathan, Riyadh KSA. Cet.I (1422 H./2002 M)
Edisi Indonesia: Al-Bidayah wan-Nihayah Masa Khulafa’ur Rasyidin
Penerjemah: Abu Ihsan al-Atsari
Muraja’ah: Ahmad Amin Sjihab, Lc
Penerbit: Darul Haq, Cetakan I (Pertama) Dzulhijjah 1424 H/ Pebruari 2004 M.

Imam al-Bukhari berkata, bab Manaqib Umar bin al-Khaththab 13 Abu Hafsh al-Qurasy, al-'Adawi??? ???? ???,
1) Umar Adalah Penduduk Surga
1. Diriwayatkan dari Said Ibnu al-Musayyab bahwa Abu Hurairah??? ???? ??? berkata, Ketika kami berada di sisi Rasulullah??? ???? ???? ????, Tiba-tiba ia berkata,
"Sewaktu tidur aku bermimpi seolah-olah aku berada di surga. Kemudian aku melihat seorang wanita berwudhu di samping sebuah istana, maka aku bertanya, "Milik siapa istana ini?" Mereka menjawab, "Milik Umar." Maka aku teringat akan kecemburuan Umar, segera aku menjauhi istana itu. " Umar menangis dan berkata, " Demi Allah, mana mungkin aku akan cemburu padamu wahai Rasulullah? "
2. Diriwayatkan Anas bin Malik??? ???? ??? ia berkata, Rasulullah??? ???? ???? ???? menaiki gunung Uhud beserta Abu Bakar, Umar dan Utsman. Maka-tiba-tiba gunung itu bergoncang, segera Rasulullah memukulkan kakinya dan berkata,
"Diamlah wahai Uhud sesungguhnya di atasmu hanyalah seorang Nabi, shiddiq dan dua orang syahid ".
3. Diriwayatkan dari Anas??? ???? ??? bahwa seorang lelaki bertanya kepada nabi??? ???? ???? ???? tentang hari kiamat. Ia bertanya,
"Kapan datangnya hari Kiamat?" Maka Rasulullah??? ???? ???? ???? kembali bertanya padanya, "Apa yang telah engkau persiapkan untuk hari itu?" Ia menjawab, "Aku tidak memiliki persiapan apapun, hanya saja aku mencintai Allah dan RasulNya." Maka Rasulullah??? ???? ???? ???? bersabda, "Engkau kelak akan dibangkitkan beserta orang-orang yang kau cintai." Anas berkata, "Tidaklah kami merasa senang kecuali setelah mendengar sabda Nabi, "Engkau kelak akan dibangkitkan beserta orang-orang yang engkau cintai." Anas berkata, "Aku mencintai Nabi??? ???? ???? ????, Abu Bakar dan Umar. Aku berharap agar dapat dikumpulkan beserta mereka, meskipun aku tidak mampu berbuat seperti mereka.
4. Diriwayatkan Abu Musa??? ???? ??? ia berkata, "Aku bersama Rasulullah??? ???? ???? ???? di salah satu kebun di kota Madinah. Tiba-tiba datang seorang pria minta dibukakan pintu, maka Rasulullah berkata,
"Bukakan pintu untuk orang itu dan beritakan baginya kabar gembira berupa surga". Maka aku buka pintu dan ternyata orang itu adalah Abu Bakar. Segera aku beritahukan kepadanya apa yang telah dikatakan oleh Rasulullah??? ???? ???????? untuknya. Abu Bakar mengucapkan pujian kepada Allah. Tak lama setelah itu datang seseorang minta diberi izin masuk, maka Rasulullah??? ???? ???? ???? berkata, "Bukalah pintu dan beritakan baginya berita gembira berupa surga." Aku segera membuka pintu dan ternyata orang itu adalah Umar, maka aku beritahukan kepadanya apa yang dikatakan Nabi untuknya. la juga mengucapkan pujian kepada Allah. Kemudian datang lagi seseorang ingin masuk, maka Rasulullah??? ???? ???? ???? berkata padaku, "Bukakan pintu untuknya dan beritakan kabar gembira kepadanya berupa surga dan berita musibah yang kelak akan menimpanya." Ketika aku membuka pintu ternyata orang tersebut adalah Utsman, maka aku segera memberitakan kabar gembira untuknya dan berita musibah yang kelak akan menimpanya, maka dia memuji Allah dan berkata, "Allah al-Musta'aan (hanya kepada Allah aku memohon pertolongan)."
2) Keutamaan Ilmu Umar
5. Diriwayatkan dari az-Zuhri berkata, Aku diberitahukan oleh Hamzah 14 dari bapaknya bahwa Rasulullah??? ???? ???????? bersabda,
"Ketika aku tidur maka aku bermimpi meminum-yaitu susu-sampai aku melihat bekas-bekas susu tersebut melekat pada kuku-kukuku kemudian aku berikan kepada Umar." Mereka bertanya, "Apa takwilnya, ya Rasulullah?" Maka Rasulullah menjawab, "Ilmu".
3) Luasnya Penyebaran Islam Pada Masa Umar
6. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar??? ???? ????? bahwa Rasulullah??? ???? ???? ???? pernah bersabda,
"Aku bermimpi sedang mengulurkan timba ke dalam sebuah sumur yang ditarik dengan penggerek, maka datanglah Abu Bakar mengambil air dari sumur tersebut satu atau dua timba dan terlihat dia begitu lemah menarik timba tersebut-semoga Allah mengampuninya-. Setelah itu datanglah Umar bin al-Khaththab mengambil air sebanyak-banyaknya, aku tidak pernah melihat seseorang pemimpin Abqari 15 yang begitu gesit hingga seluruh manusia dapat minum sepuasnya dan memberikan minum unta-unta mereka. "
4) Kemuliaan dan Kekuatan Kaum Muslimin dengan Keislaman Umar
7. Abdullah bin Mas'ud??? ???? ???, Berkata,
"Kami menjadi kuat sejak Umar masuk Islam."
5) Kedekatan Umar dengan Rasulullah ??? ???? ???? ???? Sampai la Selalu Mengiringi Rasulullah
8. Diriwayatkan dari Ibnu Abi Mulaikah dia pernah mendengar Abdullah bin Abbas??? ???? ????? berkata, "Umar ditidurkan di atas kasurnya, sementara manusia berada di sekelilingnya mendoakan dirinya sebelum diangkat-ketika itu aku hadir di antara mereka-aku terkejut ketika seseorang memegang kedua pundakku dan ternyata ia adalah Ali bin Abi Thalib. Ali mengucapkan doa untuk Umar semoga dirahmati Allah, kemudian Ali berkata, "Engkau tidak pernah meninggalkan seorang yang dapat menyamai dirimu dan karya yang engkau hasilkan. Aku berharap bisa menjadi seperti dirimu ketika akan menghadap Allah. Demi Allah aku merasa yakin babwa Allah akan mengumpulkanmu dengan kedua sahabatmu (Rasulullah dan Abu Bakar, pent.). Aku banyak mendengar Rasulullah??? ???? ???? ???? bersabda,
"Aku berangkat bersama Abu Bakar dan Umar, aku masuk bersama Abu Bakar dan Umar, aku keluar bersama Abu Bakar dan Umar."
9. Diriwayatkan dari Miswar bin Makhramah dia berkata, "Ketika Umar ditikam, ia mengerang kesakitan, maka Abdullah bin Abbas berkata sambil menghiburnya, 'Wahai Amirul mukminin, bukankah engkau sahabat Rasulullah yang selalu mengiringinya, dan engkau telah berbuat baik dalam persahabatan dengannya. Kemudian engkau berpisah dengannya dalam kondisi la rela terhadapmu. Setelah itu engkau menjadi sahabat setia Abu Bakar sampai engkau berpisah dengannya dalam kondisi la rela terhadapmu. Kemudian engkau bergaul dengan sahabat-sahabat mereka dengan baik, maka jika engkau meninggalkan mereka, mereka akan rela terhadapmu. '
Umar berkata, 'Adapun apa yang telah engkau sebutkan tentang persahabatanku dengan Rasulullah dan ridhanya terhadap diriku, itu merupakan karunia Allah terhadapku, dan apa yang relah engkau sebutkan tentang persahabatanku dengan Abu Bakar as-Shiddiq dan keridhaannya terhadapku itupun merupakan karunia Allah-Yang Mahamulia- terhadapku. Sementara yang engkau lihat tentang kekhawatiranku, itu seluruhnya disebabkan tanggung jawabku terhadapmu dan para sahabatmu. Demi Allah andai saja aku memiliki emas sepenuh dunia pasti akan aku rebus diriku dengannya dari adzab Allah?????? ? ????? sebelum aku melihat adzab itu datang '.
10. Diriwayatkan dari Abdullah bin Hisyam berkata, "Kami bersama Rasulullah??? ???? ???? ???? ketika itu ia sedang menarik tangan Umar bin al-Khaththab. "
6) Kesungguhan Umar dan Kebaikannya dalam Masalah Harta
11. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar berkata, "Aku tidak pernah melihat seorangpun setelah Rasulullah??? ???? ???????? begitu keras dan paling baik dalam menggunakan hartanya hingga wafat selain Umar bin al-Khaththab. " 16
7) Umar Adalah Seorang Sahabat yang Mendapat Ilham
12. Diriwayatkan dari Abu Hurairah??? ???? ??? bahwa Rasulullah??? ???? ???? ????, Bersabda,
"Sesungguhya di antara orang-orang sebelum kalian ada sejumlah manusia yang mendapat ilham. Bila salah seorang umatku mendapatkannya maka Umarlah orangnya. "
Zakaria bin Abi Zaidah menambahkah dari Sa ad dari Abi Salamah dari Abu Hurairah dia berkata, Rasululullah??? ???????? ???? bersabda,
"Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari Bani lsrail ada yang diberikan ilham meskipun mereka bukan Nabi, jika salah seorang dari umatku mendapatkannya maka Umarlah orangnya."
8) Kuatnya Agama dan Iman Umar
13. Diriwayatkan dari Abu Hurairah??? ???? ??? dia berkata, Rasulullullah??? ???? ???? ???? bersabda,
"Ketika seseorang sedang mengembala kambingnya maka tiba-tiba datang serigala menerkam seekor kambingnya.Pengembala tersebut mengejarnya sampai berhasil mengambil kembali kambing tersebut darinya. Tiba-tiba serigala tersebut menoleh kepadanya dan berkata, "Siapa kelak yang dapat menjaganya ketika tidak ada pengembala selain diriku?" Manusia berkata, "Subhanallah!" Nabi bersabda, "Maka sesungguhnya aku beriman dengan kejadian ini, demikian pula Abu Bakar dan Umar. "
Padahal saat itu keduanya tidak berada di tempat tersebut.
14. Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri??? ???? ??? aku mendengar Rasulullah??? ???? ???? ???? bersabda,
"Ketika tidur aku melihat dalam mimpi seluruh manusia diperlihatkan padaku dan masing-masing mereka mengenakan baju-baju, ada yang mengenakan baju sampai ke dadanya, ada yang mengenakannya di bawah dada, maka diperlihatkan padaku Umar sementara dia mengenakan pakaian panjang yang diseret-seretnya. " Mereka bertanya, "Apa takwil mimpi itu wahai Rasulullah??? ???? ???? ????? "Rasulullah menjawab, "Agamanya." (yakni posisinya dalam agama, pent.).
9) Wibawa Umar dan Setan yang Berusaha Menghindari Jalan yang ditempuhnya
15. Diriwayatkan dari Muhammad bin Sa'ad bin Abi Waqqash dari ayahnya ia berkata, "Umar bin al-Khaththab memohon agar diizinkan masuk ke rumah Rasulullah??? ???? ???? ???? ketika itu ada beberapa orang wanita dari Quraisy sedang berbincang-bincang dengan Rasulullah dan mereka berbicara dengan nada suara yang keras melebihi suara Rasululullah??? ???? ???? ????. Ketika Umar masuk mereka segera berdiri dan menurunkan hijab. Setelah diberi izin Umar masuk ke rumah Rasulullah??? ???? ???? ???? sementara Rasulullah tertawa. Umar bertanya, "Apa yang membuat Anda tertawa wahai Rasulullah?" Rasulullah??? ???? ???? ???? menjawab,
"Aku heran terhadap wanita-wanita yang berada di sisiku ini, ketika mereka mendengar suaramu, segera mereka berdiri menarik hijab." Umar berkata, "Sebenarnya kamu yang lebih layak mereka segani Wahai Rasulullah. Kemudian Umar berbicara kepada mereka, "Wahai para wanita yang menjadi musuh bagi nafsunya sendiri, bagaimana kalian segan terhadap diriku dan tidak segan terhadap Rasulullah?" Mereka menjawab, "Ya, sebab engkau lebih keras dan lebih kasar dari Rasulullah??? ???? ???? ????. Rasulullah??? ???? ???? ???? bersabda, "Wahai Ibnul al-Khaththab, demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman tangan, sesungguhnya tidaklah setan menemuimu sedang berjalan di suatu jalan kecuali dia akan mencari jalan lain yang tidak engkau lalui."
16. Diriwayatkan dari 'Aisyah??? ???? ???? bahwa Rasulullah pernah bersabda,
"Sesungguhnya setan lari ketakutan jika bertemu Umar." 17
17. Rasulullah??? ???? ???? ???? bersabda,
"Umatku yang paling penyayang adalah Abu Bakar dan yang paling tegas dalam menegakkan agama Allah adalah Umar." 18
Bersambung ...
Foot Note:
13 Seluruh nas dari no. 1 s / d 15 adalah tambahan yang tidak terdapat dalam naskah asli, seluruhnya dari Shahih al-Bukhari kitab Fadhail Shahabah, bab Nanaqib Umar (7 / 40-43 dari Fathul Bari) sengaja saya nukil di sini Karena saya anggap begitu penting dan shahih, sementara al-Hafizh Ibnu Katsir tidak menukil kecuali bagian terakhir saja, dia telah mengisyaratkan untuk meruju 'ke kitab yang dikarangnya secara khusus mengenai biografi Umar??? ???? ??? dan hadits-hadits yang diriwayatkan dari dirinya, dan kitab ini ditulis dalam dua jilid sebagaimana yang dikatakannya.
14 Yaitu Hamzah bin Abi Usaid Malik bin Rabi'ah al-Ansari as-Sha'idi, biografinya dapat di lihat dalam Tahdzib at-Tahdzib, 3/26.
15 Al-Gharbu, yaitu ember yang sangat besar sekali, dan Abqari suatu kaum yaitu pemimpin mereka yang paling kuat (An-Nihayah fi Gharib al-Hadits 3/349, 173 secara berturut-turut).
16 Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari 7/49, "kata Ibnu Umar khusus terjadi ketika masa pemerintahan Umar.
17 Sebelum ini Ibnu Katsir membawakan sebuah hadits dari jalan Ibnu Abbas, "Sesungguhnya aku memiliki dua menteri dari Penduduk bumi dan dua menteri dari penduduk langit ..." dst. Sebagaimana dikatakan oleh al-Haitsami dalam Majma az-Zawaid, 9/51 yang telah dikeluarkan oleh ath-Thabarani dari Hadits Ummu Salamah dan di dalam sanadnya ada Muhammad bin Mujib ats-Tsaqafi yang tertuduh sebagai pendusta. Adapun riwayat Ibnu Abbas telah diproduksi oleh at-Tirmidzi sebagaimana yang terdapat dalam Dhaif al-Jami 'ash-Shaghir, Syaikh al-Albani berkata, "Hadits ini lemah." Dia mengisyaratkan untuk meruju' ke kitabnya Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah , no. 3056. Adapun hadits, "Sesungguhnya setan ketakutan terhadap Umar." Terdapat syahidnya dalam hadits yang ke 15, dan diriwayatkan secara mauquf dari Ibnu Mas'ud dengan sanad yang hasan sebagaimana yang terdapat dalam Fadhail Shahabah karya al-Imam Ahmad No. 46.
18 Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dalam kitab al-Manaqib (hadits no. 3791) dari hadits Abu Qilabah dari Anas, dan dia berkata, "Hadits hasan shahih, dan diproduksi oleh imam Ahmad dalam Musnad, 3/184, dan dishahihkan oleh as -Syaikh Nashiruddin al-Albani dalam Shahih al-Jami ', no. 908, dan dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah No. 1224.
Cuplikan Perkataan Umar Dan Keadaan Beliau
Umar pernah berkata, “Tidak halal bagiku harta yang diberikan Allah kecuali dua pakaian. Satu untuk dikenakan di musim dingin dan satu lagi digunakan untuk musim panas. Adapun makanan untuk keluargaku sama saja dengan makanan orang-orang Quraisy pada umumnya, bukan standar yang paling kaya di antara mereka. Aku sendiri hanyalah salah seorang dari kaum muslimin.”19
Jika menugaskan para gubernurnya, Umar akan menulis perjanjian yang disaksikan oleh kaum Muhajirin. Umar mensyaratkan kepada mereka agar tidak menaiki kereta kuda, tidak memakan makanan yang enak-enak, tidak berpakaian yang halus, dan tidak menutup pintu rumahnya kepada rakyat yang membutuhkan bantuan. Jika mereka melanggar pesan ini maka akan mendapatkan hukuman.20
Jika seseorang berbicara kepadanya menyampaikan berita, dan ia berbohong dalam sepatah atau dua patah kalimat, maka Umar akan segera menegurnya dan berkata, “Tutup mulutmu, tutup mulutmu!” Maka lelaki  yang berbicara kepadanya berkata, “Demi Allah sesungguhnya berita yang  aku sampaikan kepadamu adalah benar kecuali apa yang engkau perintahkan aku untuk menutup mulut.
Mu’awiyah bin Abi Sufyan berkata, “Adapun Abu Bakar, ia tidak sedikitpun menginginkan dunia dan dunia juga tidak ingin datang menghampirinya. Sedangkan Umar, dunia datang menghampirinya namun dia tidak menginginkannya, adapun kita bergelimang dalam kenikmatan dunia.
Pernah Umar dicela dan dikatakan kepadanya, “Alangkah baik jika engkau memakan makanan yang bergizi tentu akan membantu dirimu supaya lebih kuat membela kebenaran.” Maka Umar berkata, “Sesungguhnya aku telah meninggalkan kedua sahabatku (yakni Rasulullah dan Abu Bakar, pent.) dalam keadaan tegar (tidak terpengaruh dengan dunia, pent.) maka jika aku tidak mengikuti ketegaran mereka, aku takut tidak akan dapat mengejar kedudukan mereka.”21
Beliau selalu memakai jubah yang terbuat dari kulit yang banyak tambalannya sementara beliau adalah Khalifah-, berjalan mengelilingi pasar sambil membawa tongkat di atas pundaknya untuk memukul orang-orang yang melanggar peraturan. Jika beliau melewati biji atupun lainnya yang bermanfaat, maka beliau akan mengambilnya dan melemparkannya ke halaman rumah orang.22
Anas berkata, “Antara dua bahu dari baju Umar, terdapat empat tambalan, dan kainnya ditambal dengan kulit. Pernah beliau khutbah di atas mimbar mengenakan kain yang memiliki 12 tambalan.23 Ketika melaksanakan ibadah haji beliau hanya menggunakan 16 dinar, sementara beliau berkata kepada anaknya, “Kita terlalu boros dan berlebihan.
Beliau tidak pernah bernaung di bawah sesuatu, tetapi beliau akan meletakkan kainnya di atas pohon kemudian bernaung di bawahnya. Beliau tidak memiliki kemah ataupun tenda.24
Ketika memasuki negeri Syam saat penaklukan Baitul Maqdis beliau mengendarai seekor unta yang telah tua. Kepala beliau yang botak bersinar terkena matahari. Waktu itu beliau tidak mengenakan topi ataupun sorban. Kaki beliau menjulur ke bawah kendaraan tanpa pelana. Beliau membawa satu kantong yang terbuat dari kulit yang digunakan sebagai alas untuk tidur jika beliau berhenti turun.
Ketika singgah di Baitul Maqdis beliau segera memanggil pemimpin wilayah itu dan berkata, “Panggil kemari pemimpin wilayah ini.” Orang-orang segera memanggilnya, ketika hadir Umar berkata padanya, “Tolong cucikan bajuku ini sekaligus jahitkan dan pinjami aku baju.” Maka dibawakan kepada beliau baju yang terbuat dari katun. Beliau bertanya, “Apa ini?” Dikatakan kepadanya bahwa baju ini dibuat dari katun. Beliau bertanya kepada mereka, “Apa itu katun?” Mereka memberitahukan kepadanya apa itu katun. Umar segera melepas bajunya lalu mencuci kemudian menjahitnya. Setelah kering beliau mengenakannya kembali. Melihat hal tersebut pemimpin wilayah itu berkata padanya, “Engkau adalah penguasa Arab, di negeri ini tidak pantas seseorang mengendarai unta.” Maka segera dibawakan kepadanya kuda yang bagus. Umar segera melepas pelana dan pedalnya lalu menaikinya. Ketika Umar mulai mengendarainya, kuda tersebut berjalan dengan liar, beliau segera memerintahkan kepada orang yang bersamanya, “Tahan kuda ini! Aku tidak mengira jika orang-orang di sini suka mengendarai setan-setan, tolong berikan untaku kembali!” Setelah itu beliau turun dan kembali mengendarai untanya.25
Diriwayatkan dari Anas ia berkata, “Aku pernah bersama Umar, kemudian beliau masuk ke kebun untuk buang hajat -sementara jarak antara diriku dan dirinya hanyalah pagar kebun- aku dengar la berkata sendiri, “Hai Umar bin al-Khaththab, engkau adalah Amirul mukminim, ya… engkau adalah Amirul mukminin! Demi Allah takutlah engkau kepada Allah Hai Ibn al-Khaththab, jika tidak Allah pasti akan mengadzabmu.”26
Disebutkan bahwasanya Umar ??? ???? ??? pernah membawa tempat air di atas pundaknya. Sebagian orang mengkritiknya, namun beliau berkata, “Aku terlalu kagum terhadap diriku sendiri oleh karena itu aku ingin menghinakannya.” Pernah beliau melaksanakan Shalat Isya’ bersama kaum muslimin, setelah itu beliau segera masuk ke rumah dan masih terus mengerjakan shalat hingga fajar tiba.”
Pada waktu tahun paceklik dan kelaparan beliau tidak pernah makan kecuali roti dan minyak hingga kulit beliau berubah menjadi hitam, beliau berkata, “Akulah sejelek-jelek penguasa apabila aku kenyang sementara rakyatku kelaparan.
Pada wajah beliau terdapat dua garis hitam disebabkan banyak menangis. Terkadang beliau mendengar ayat Allah dan jatuh pingsan karena perasaan takut, hingga terpaksa dibopong ke rumah dalam keadaan pingsan. Kemudian kaum muslimin menjenguk beliau beberapa hari, padahal beliau tidak memiliki penyakit yang membuat beliau pingsan kecuali perasaan takutnya27
Thalhah bin Ubaidillah berkata, “Suatu ketika Umar keluar dalam kegelapan malam dan masuk ke salah satu rumah, maka pada pagi hari aku mencari rumah tersebut dan aku datangi, ternyata dalam rumah itu terdapat seorang perempuan tua yang buta sedang duduk. Aku tanyakan kepadanya, Mengapa lelaki ini (Umar) datang ke rumahmu?” Wanita itu menjawab, “Ia selalu mengunjungiku setiap beberapa hari sekali untuk membantuku membersihkan dan mengurus segala keperluanku.” Aku berkata kepada diriku, “Celakalah dirimu wahai Thalhah, kenapa engkau memata-matai Umar?”
Aslam Maula Umar berkata, “Pernah datang ke Madinah satu rombongan saudagar, mereka segera turun di mushalla, maka Umar berkata kepada Abdurrahman bin Auf, ‘Bagaimana jika malam ini kita menjaga mereka?’ Abdurrahman berkata, ‘Ya, aku setuju!’ Maka keduanya menjaga para saudagar tersebut sepanjang malam sambil shalat. Namun tiba-tiba Umar mendengar suara anak kecil menangis, segera Umar menuju tempat anak itu dan bertanya kepada ibunya, ‘Takutlah engkau kepada Allah dan berbuat baiklah dalam merawat anakmu.’ Kemudian Umar kembali ke tempatnya. Kemudian la mendengar lagi suara bayi itu dan ia mendatangi tempat itu kembali dan bertanya kepada ibunya seperti pertanyaan beliau tadi. Setelah itu Umar kembali ke tempatnya semula. Di akhir malam dia mendengar bayi tersebut menangis lagi. Umar segera mendatangi bayi itu dan berkata kepada ibunya, ‘Celakalah engkau, sesungguhnya engkau adalah ibu yang buruk, kenapa aku mendengar anakmu menangis sepanjang malam?’ Wanita itu menjawab, ‘Hai tuan, sesungguhnya aku berusaha menyapihnya dan memalingkan perhatiannya untuk menyusu tetapi dia masih tetap ingin menyusu.’ Umar bertanya, ‘Kenapa engkau akan menyapihnya?’ Wanita itu menjawab, ‘Karena Umar hanya memberikan jatah makan terhadap anak-anak yang telah disapih saja.’ Umar bertanya kepadanya, ‘Berapa usia anakmu?’ Dia menjawab, ‘Baru beberapa bulan saja.’ Maka Umar berkata, ‘Celakalah engkau kenapa terlalu cepat engkau menyapihnya?’ Maka ketika shalat subuh bacaan beliau nyaris tidak terdengar jelas oleh para makmum disebabkan tangisnya.
Beliau berkata, ‘Celakalah engkau hai Umar berapa banyak anak-anak bayi kaum muslimin yang telah engkau bunuh.’ Setelah itu ia menyuruh salah seorang pegawainya untuk mengumumkan kepada seluruh orang, Janganlah kalian terlalu cepat menyapih anak-anak kalian, sebab kami akan memberikan jatah bagi setiap anak yang lahir dalam Islam.’ Umar segera menyebarkan berita ini ke seluruh daerah kekuasaannya. 28
Aslam berkata, “Pernah suatu malam aku keluar bersama Umar ke luar kota Madinah. Kami melihat ada sebuah tenda dari kulit, dan segera kami datangi, ternyata di dalamnya ada seorang wanita sedang menagis. Umar bertanya tentang keadaannya, dan dia menjawab, ‘Aku adalah seorang wanita Arab yang akan bersalin (melahirkan) sedang tidak memiliki apapun.’ Umar menangis dan segera berlari menuju rumah Ummu Kaltsum binti Ali bin Abi  Thalib -istrinya-, dan berkata, ‘Apakah engkau mau mendapatkan pahala yang akan Allah karuniakan kepadamu?’ Segera Umar memberitakan padanya mengenai wanita yang dilihatnya tadi, maka istrinya berkata, ‘Ya, aku akan membantunya.’ Umar segera membawa satu karung gandum beserta daging di atas bahunya, sementara Ummu Kaltsum membawa peralatan yang dibutuhkan untuk bersalin, keduanya berjalan mendatangi wanita tersebut. Sesampainya di sana Ummu Kaltsum segera masuk ke tempat wanita itu, sementara Umar duduk bersama suaminya -yang tidak mengenal Umar sambil berbincang-bincang.
Akhirnya wanita itu berhasil melahirkan seorang bayi. Ummu Kaltsum berkata kepada Umar, ‘Wahai Amirul mukminin sampaikan berita gembira kepada suaminya bahwa anaknya yang baru lahir adalah lelaki.’ Ketika lelaki itu mendengar perkataan Amirul Mukminin ia merasa sangat kaget dan minta maaf kepada Umar. Namun Umar berkata kepadanya, ‘Tidak mengapa. Setelah itu Umar memberikan kepada mereka nafkah dan apa yang mereka butuhkan lantas beliaupun pulang.
Aslam berkata, “Suatu malam aku keluar bersama Umar bin al-Khaththab ke dusun Waqim. Ketika kami sampai di Shirar29 kami melihat ada api yang dinyalakan. Umar berkata, ‘Wahai Aslam di sana ada musafir yang kemalaman, mari kita berangkat menuju mereka.’ Kami segera mendatangi mereka dan ternyata di sana ada seorang wanita bersama anak-anaknya sedang menunggu periuk yang diletakkan di atas api, sementara anak-anaknya sedang menangis, Umar bertanya, ‘Assalamu alaiki wahai pemilik api.’ Wanita itu menjawab, ‘Wa alaika as-Salam’, Umar berkata, ‘Kami boleh mendekat?’ Dia menjawab, ‘Silahkan!’ Umar segera mendekat dan bertanya, ‘Ada apa gerangan dengan kalian?’ Wanita itu menjawab, ‘Kami kemalaman dalam perjalanan serta kedinginan.’ Umar kembali bertanya, Kenapa anak-anak itu menagis?’ Wanita itu menjawab, ‘Karena lapar.’ Umar kembali bertanya, ‘Apa yang engkau masak di atas api itu?’ Dia menjawab, ‘Air agar aku dapat menenangkan mereka hingga tertidur. Dan Allah kelak yang akan jadi hakim antara kami dengan Umar.
Maka Umar menangis dan segera berlari pulang menuju gudang tempat penyimpanan gandum. Ia segera mengeluarkan sekarung gandum dan satu ember daging, sambil berkata, ‘Wahai Aslam naikkan karung ini ke atas pundakku.’ Aslam berkata, ‘Biar aku saja yang membawanya untukmu.’ Umar menjawab, ‘Apakah engkau mau memikul dosaku kelak di hari Kiamat?’ Maka beliau segera memikul karung tersebut di atas pundaknya hingga mendatangi tempat wanita itu. Setelah meletakkan karung tersebut beliau segera mengeluarkan gandum dari dalamnya dan memasukkannya ke dalam periuk. Setelah itu ia memasukkan daging ke dalamnya. Umar berusaha meniup api di bawah periuk hingga asap menyebar di antara jenggotnya untuk beberapa saat. Setelah itu Umar menurunkan periuk dari atas api dan berkata, ‘Berikan aku piring kalian!’. Setelah piring diletakkan segera umar menuangkan isi periuk ke dalam piring itu dan menghidangkannya kepada anak-anak wanita itu dan berkata, ‘Makanlah!’ Maka anak-anak itu makan hingga kenyang, wanita itu berdoa untuk Umar agar diberi ganjaran pahala sementara dia sendiri tidak mengenal Umar.
Umar masih bersama mereka hingga anak-anak itu tertidur pulas. Setelah itu Umar memberikan kepada mereka nafkah lantas pulang. Umar berkata kepadaku, ‘Wahai Aslam sesungguhnya rasa laparlah yang membuat mereka begadang dan tidak dapat tidur’ “30
Bersambung…
Foot Note:
19 Dikeluarkan Oleh Ibnu Sa’ad dalam Thabaqat, 3/275 dengan sanad yang shahih.
20 Ibnu Sa’ad menyebutkan hal yang senada dan ringkas di dalam ath-Thabaqat, 3/207 dari jalan al-Waqidi dan dikeluarkan oleh ath-Thabari dalam Tarikh nya, 4/207 dengan sanad la ba’sa bih (tidak mengapa).
21 Ath-Thabaqat al-Kubra, 2/277 dengan redaksi yang mirip dari jalan Hafsah 46, bandingkan dengan Tarikh ath-Thabari 3/617, dan Ibnul Jauzi, 4/198.
22 Ibid 3/330.
23 Sebagaimana yang dikeluarkan oleh Ibnu Sa’ad dari jalan-jalan yang sahih bersumber dari riwayat Anas. (Ath-Thabaqat al-Kubra, 3/328).
24 Ibnu Sa’ad mengeluarkan yang senada dalam ath-Thabaqat, 3/279.
25 Lihat Ibn Jauzi, Manaqib Umar, Hlm. 151.
26 Dikeluarkan oleh Ibnu Sa’ad dalam ath-Thabaqat, 3/292 dengan sanad yang shahih.
27 Lihat Tafsir al-Quran al-Azhim karya Ibnu Katsir, 7/407, ketika menafsirkan ayat yang berbunyi “Sesungguhnya Adzab Rabbmu pasti akan terjadi.” Lihat pula ad-Durar al-Mantsur karya as-Suyuti 6/118.
28 Dikeluarkan oleh Ibnu Sa’ad dalam Thabaqat, 3/302 dengan sanadnya dari jalan Abdullah bin Umar.
29 Shirar adalah sebuah sumur yang berjarak sekitar 3 mil dari kota Madinah, menghadap ke kampung. (Mu’jam al-Ma’alim al-Jughrafiyah, 17 5 ).
30 Dikeluarkan oleh Ahmad dalam kitab Fadhail as-Shahabah, no. 382 dan Muhaqqiq kitab itu berkomentar, “sanadnya Hasan.” Lihat Tarikh ath-Thabari, 4/ 205-206.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar